Curated by Aminudin TH. Siregar, No Direction Home will be held in Galeri Nasional, Jakarta. There are two works of Pramuhendra in this exhibition, “The Angel” and “A Heaven’s Tale”.
Next Exhibition
CRITICAL POINTS
- Edwin's Gallery, Kemang raya 21, jakarta Selatan, Indonesia
- Indonesia
- August 12 - 22, 2010
- Open: Monday - Saturday: 10:00 - 18:00, Sunday: 11.00 - 18:00
SEA DRAWING EXHIBITION
- ARK Galerie, Jl. Senopati Raya No. 92, Jakarta Selatan 12110
- Indonesia
- July 24 - August 24, 2010
- Open: Opens from Mon - Fri 10:00am - 5:00pm
No Direction Home
- Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat, Indonesia
- Indonesia
- June 30 - July 9, 2010
- Open: Monday - Saturday: 10.00 - 18.00, Sunday: 11.00 - 18.00
“The Strategies of Being” – ART JOG 10
- Taman Budaya Yogyakarta
- Indonesia
- July 16 - 29, 2010
- Open:
MENASART
- BIEL, Pavillon Royal
- Beirut, Lebanon
- July 13-14, 2010
- Open: 10:00am - 5:00pm



SEA DRAWING EXHIBITION
An exhibition focusing on drawings from some of the best artists in South East Asia.
Ahmad Zakii Anwar (Malaysia) – Jalaini Abu Hassan (Malaysia) – Angie Seah (Singapore) – Jose Legaspi ( The Phillipines ) – J. Ariadhitya Pramuhendra ( Indonesia ) – Agung Kurniawan ( Indonesia ) – Dewa Gede Ratayoga ( Indonesia ) – Oktianita Kusmugiarti ( Indonesia ) – Dede Wahyudin ( Indonesia )
Exhibition Open at Saturday, July 24, 2010 at 5:00pm
Curated by Rifky Effendy
Saat ini para perupa kontemporer mampu mengembangkan drawing sebagai suatu medium yang unggul dan utama. Bukan lagi sebagai medium minor atau inferior, seperti era seni modern. Drawing telah dibuktikan melalui karya-karya kesembilan perupa dari beberapa negara di Asia Tenggara ini, sebagai idiom yang utama. Lebih dari itu, drawing membutuhkan prasyarat, yakni keterampilan menggambar, cekatan dalam menorehkan pokok pikiran dengan cara yang jujur dan telanjang. Serta membutuhkan keseimbangan antara gagasan dan sekaligus keterampilan dalam mewujudkannya.
Melalui coretan-coretan arsir yang mungkin berupa perulangan garis yang berjumlah ribuan dengan dibarengi tekanan-tekanan tertentu. Pameran ini sekaligus juga memperlihatkan perkembangan artistik dan pengembangan konsep drawing masing-masing ditengah kepercayaan diri sebagai perupa dari Asia Tenggara.
Praktek seni modern di wilayah ini pun mempunyai sejarah dan perkembangan yang berbeda, walaupun pada awalnya praktik seni rupa modern diadopsi dari lembaga-lembaga kolonial abad 19 – 20. Namun seringkali terkait dan bersinggungan dengan aspek-aspek kelokalan atau konteks seni yang sebelumnya telah menjadi tradisi atau ritual sebuah budaya masyarakat. Baik dengan bentuk-bentuk seni rupa maupun dengan nilai-nilai budaya, bukan hanya menjadi anomali dari praktik seni rupa modern yang berpusat di Barat tapi kemudian beringsut menjelma menjadi gerakan seni yang didasari keyakinan besar terhadap semangat pluralisme atau percaya pada pergerakan – pergerakan posmodern dalam kehidupan di era-global ini. ( Rifky Effendy )