Soemardja Award 2011
1 April 2011 Pramuhendra as “The Best Young Artist” on this first Soemardja Award Held in 1 April 2011 Soemardja Award is anual program held by Galeri Soemardja in two category: “The Best Student” dan “The Best Young Artist”. In the first category, the award will be given to the best artwork by student that [...]
Trans-Figurations: Indonesian Mythologies
June 24, 2011 – October 23, 2011 Espace culturel Louis Vuitton, Paris France For its 16th exhibition, the Espace culturel Louis Vuitton continues its regular exploration of emerging artistic scenes in distant countries with the presentation of Trans-Figurations: Indonesian Mythologies. The Espace culturel invites visitors to discover an energetic and effervescent generation of Indonesian artists. [...]
marlina
Year: 2011 Medium: Charcoal on Canvas Selection: Solo Exhibition: silent confession
SEA DRAWING EXHIBITION
An exhibition focusing on drawings from some of the best artists in South East Asia.
Ahmad Zakii Anwar (Malaysia) – Jalaini Abu Hassan (Malaysia) – Angie Seah (Singapore) – Jose Legaspi ( The Phillipines ) – J. Ariadhitya Pramuhendra ( Indonesia ) – Agung Kurniawan ( Indonesia ) – Dewa Gede Ratayoga ( Indonesia ) – Oktianita Kusmugiarti ( Indonesia ) – Dede Wahyudin ( Indonesia )
Exhibition Open at Saturday, July 24, 2010 at 5:00pm
Curated by Rifky Effendy
Saat ini para perupa kontemporer mampu mengembangkan drawing sebagai suatu medium yang unggul dan utama. Bukan lagi sebagai medium minor atau inferior, seperti era seni modern. Drawing telah dibuktikan melalui karya-karya kesembilan perupa dari beberapa negara di Asia Tenggara ini, sebagai idiom yang utama. Lebih dari itu, drawing membutuhkan prasyarat, yakni keterampilan menggambar, cekatan dalam menorehkan pokok pikiran dengan cara yang jujur dan telanjang. Serta membutuhkan keseimbangan antara gagasan dan sekaligus keterampilan dalam mewujudkannya.
Melalui coretan-coretan arsir yang mungkin berupa perulangan garis yang berjumlah ribuan dengan dibarengi tekanan-tekanan tertentu. Pameran ini sekaligus juga memperlihatkan perkembangan artistik dan pengembangan konsep drawing masing-masing ditengah kepercayaan diri sebagai perupa dari Asia Tenggara.
Praktek seni modern di wilayah ini pun mempunyai sejarah dan perkembangan yang berbeda, walaupun pada awalnya praktik seni rupa modern diadopsi dari lembaga-lembaga kolonial abad 19 – 20. Namun seringkali terkait dan bersinggungan dengan aspek-aspek kelokalan atau konteks seni yang sebelumnya telah menjadi tradisi atau ritual sebuah budaya masyarakat. Baik dengan bentuk-bentuk seni rupa maupun dengan nilai-nilai budaya, bukan hanya menjadi anomali dari praktik seni rupa modern yang berpusat di Barat tapi kemudian beringsut menjelma menjadi gerakan seni yang didasari keyakinan besar terhadap semangat pluralisme atau percaya pada pergerakan – pergerakan posmodern dalam kehidupan di era-global ini. ( Rifky Effendy )